NAMA
: ANGGI SEPTIANA
KELAS : X TIPTL 3
TUGAS : DPL
KELAS : X TIPTL 3
TUGAS : DPL
Derajat listrik adalah besar sudut
yang ditempuh oleh tegangan yang dihasilkan akibat perputaran kumparan diantara
kutub-kutub warnet (medan magnet),,sedangkan sudut yang dihasilkan perputaran
kumparan disebut dengan derajat mekanik
Jika kumparan berputar satu putaran (360)
pada suatu medan magnet yang memiliki satu pasang kutub,maka gelombang tegangan
induksi yang dihasilkan menempuh 360 listrik,,sedangkan bila kumparan berputar
360 pada suatu medan magnet yang memiliki dua pasang kutub maka tegangan
induksi yang dihasilkan 720,,contoh gambar 2
●
PERGESERAN
FASA
Ketika
sebuah sinyal informasi diteliti, terlihat mirip dengan gelombang sinus dari
fungsi trigonometri. Karena
gelombang sinus didefinisikan oleh derajat mulai dari 0 hingga 360, kita dapat berpikir tentang gelombang
sinus sebagai sebuah lingkaran yang sempurna, siklus
gelombang didefinisikan dengan sebuah bentuk dari perulangan selama periode waktu tertentu. Jika kita bisa memulai
sebuah sinyal informasi dari amplitudo dan frekuensi
yang sama pada fase yang berbeda, audit yang dapat dideteksi oleh penerima equiment berdasarkan pergeseran fase
awal, dapat memasukkan informasi lebih lanjut dalam
spektrum frekuensi yang sama. Gambar menunjukkan bagaimana sinyal informasi dapat menggeser dengan sudut 90 °.
Informasi baru dapat dimulai pada sinyal yang
digambarkan pada pergeseran fase 90°, 180°, dan 270° . Ada berbagai
bentuk pengkodean yang terkait dengan phase modulation. Phase
shift keying ( PSK )
digunakan dalam modem, voice coders, dan peralatan transmisi lainnya yang
terbatas pada spektrum frekuensi tetapi memiliki kebutuhan untuk peningkatan
throughput. Dengan menggunakan metode yang kreatif memaksimalkan alokasi
frekuensi, atau kapasitas frekuensi yang terbatas oleh hukum Shannon,
dapat meningkatkan throughput dari berbagai teknologi.
● ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK PADA RESISTOR
Arus dan tegangan bolak-balik adalah arus dan tegangan yang
nilainya selalu berubah terhadap waktu secara periodik. Besaran seperti ini
disebut arus dan tegangan bolak-balik atau AC (Alternating Current). Apabila
pada arus searah Anda dapat mengetahui nilai dan tegangannya yang selalu tetap.
Maka, pada arus bolak-balik Anda akan dapat mengetahui nilai maksimum yang
dihasilkan dan frekuensi osilasi yang dihasilkan oleh sumbernya. Arus dan
tegangan listrik bolak-balik berbentuk sinusoida seperti yang ditunjukkan oleh
Gambar 1.3 berikut.
Secara matematis, arus dan tegangan listrik bolak-balik tersebut
dapat dinyatakan sebagai berikut:
V=V_m sinωt= V_m sin〖2πft= V_m sin〖2π
t/T〗
〗
I=I_m sinωt= I_m sin〖2πft= I_m sin〖2π
t/T〗
〗
Dimana:
V = tegangan sesaat (V)
I = arus sesaat (A)
Vm = tegangan maksimum (V)
Im = arus maksimum (A)
f = frekuensi (Hz)
T = periode (s)
t = waktu (s)
ωt = sudut fase (radian atau derajat)
V = tegangan sesaat (V)
I = arus sesaat (A)
Vm = tegangan maksimum (V)
Im = arus maksimum (A)
f = frekuensi (Hz)
T = periode (s)
t = waktu (s)
ωt = sudut fase (radian atau derajat)
Hubungan amplitudo tegangan atau arus bolak-balik dengan sudut
fase dapat dinyatakan secara grafik dalam diagram fasor. Fasor adalah suatu
vektor yang berputar berlawanan arah putaran jarum jam terhadap titik asal
dengan kecepatan sudut ω. Fasor suatu besaran dilukiskan sebagai suatu vektor
yang besar sudut putarnya terhadap sumbu horizontal (sumbu x) sama dengan sudut
fasenya. Nilai maksimum besaran tersebut adalah sama dengan panjang fasor,
sedangkan nilai sesaatnya adalah proyeksi fasor pada sumbu vertikal (sumbu y).
Berikut adalah gambar diagram fasor untuk arus dan tegangan yang sudut fasenya
sama (sefase) serta gambar fungsi waktu dari arus dan tegangan tersebut.
Sesungguhnya arus dan tegangan bolak-balik bukanlah besaran
vektor, melainkan besaran skalar. Penggambaran arus dan tegangan bolak-balik
sebagai fasor adalah untuk mempermudah analisis rangkaian arus bolak-balik yang
lebih rumit.
NILAI RATA-RATA DAN NILAI EFEKTIF
Nilai rata-rata arus bolak-balik adalah kuat arus bolak-balik
yang nilainya setara dengan kuat arus searah untuk memindahkan sejumlah muatan
listrik yang sama dalam waktu yang sama. Arus rata-rata dinyatakan dengan:
I_r= (2I_m)/π
I_r= (2I_m)/π
Sedangkan tegangan rata-rata dinyatakan dengan:
V_r= (2V_m)/π
V_r= (2V_m)/π
Nilai efektif arus dan tegangan bolak-balik ialah arus dan
tegangan bolak-balik yang setara dengan arus dan tegangan searah untuk
menghasilkan jumlah kalor yang sama ketika melalui suatu resistor dalam waktu
yang sama. Secara matematis, hubungan antara arus dan tegangan efektif dengan
arus dan tegangan maksimum dinyatakan dengan:
I_ef= I_m/√2 atau I_m= I_ef √2
I_ef= I_m/√2 atau I_m= I_ef √2
V_ef= V_m/√2 atau v_m= V_ef √2
● BILANGAN KOMPLEKS
Dalam matematika, bilangan
kompleks adalah bilangan yang berbentuk
di mana a dan b adalah bilangan riil,
dan i adalah bilangan
imajiner tertentu yang mempunyai sifat i 2 =
−1. Bilangan riil a disebut juga bagian riil dari
bilangan kompleks, dan bilangan real b disebut bagian imajiner.
Jika pada suatu bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka
bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan bilangan real a.
Sebagai contoh, 3 + 2i adalah bilangan
kompleks dengan bagian riil 3 dan bagian imajiner 2i.
Bilangan kompleks dapat ditambah, dikurang,
dikali, dan dibagi seperti bilangan riil; namun bilangan kompleks juga
mempunyai sifat-sifat tambahan yang menarik. Misalnya, setiap persamaan
aljabar polinomial mempunyai solusi bilangan kompleks, tidak
seperti bilangan riil yang hanya memiliki sebagian.
Dalam bidang-bidang tertentu (seperti teknik elektro,
di mana i digunakan sebagai simbol untuk arus listrik),
bilangan kompleks ditulis a + bj.
- Notasi dan operasi[sunting | sunting sumber]
Himpunan bilangan kompleks umumnya dinotasikan
dengan C, atau . Bilangan real, R, dapat dinyatakan sebagai
bagian dari himpunan C dengan menyatakan setiap bilangan real
sebagai bilangan kompleks: .
Bilangan kompleks ditambah, dikurang, dan
dikali dengan menggunakan sifat-sifat aljabar seperti asosiatif, komutatif, dan distributif,
dan dengan persamaan i 2 = −1:
(a + bi) + (c + di)
= (a+c) + (b+d)i
(a + bi) − (c + di)
= (a−c) + (b−d)i
(a + bi)(c + di)
= ac + bci + adi + bd
i 2 = (ac−bd) + (bc+ad)i
Pembagian bilangan kompleks juga dapat
didefinisikan (lihat di bawah). Jadi, himpunan bilangan kompleks membentuk
bidang matematika yang, berbeda dengan bilangan real, berupa aljabar tertutup.
Dalam matematika, adjektif
"kompleks" berarti bilangan kompleks digunakan sebagai dasar teori
angka yang digunakan. Sebagai contoh, analisis kompleks, matriks kompleks,polinomial kompleks, dan aljabar Lie kompleks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar