Sabtu, 27 Februari 2016

MATERI DPL PERGESERAN FASA

NAMA : ANGGI SEPTIANA
KELAS  : X TIPTL 3
TUGAS : DPL

●DERAJAT LISTRIK
       Derajat listrik adalah besar sudut yang ditempuh oleh tegangan yang dihasilkan akibat perputaran kumparan diantara kutub-kutub warnet (medan magnet),,sedangkan sudut yang dihasilkan perputaran kumparan disebut dengan derajat mekanik
      Jika kumparan berputar satu putaran (360) pada suatu medan magnet yang memiliki satu pasang kutub,maka gelombang tegangan induksi yang dihasilkan menempuh 360 listrik,,sedangkan bila kumparan berputar 360 pada suatu medan magnet yang memiliki dua pasang kutub maka tegangan induksi yang dihasilkan 720,,contoh gambar 2

PERGESERAN FASA
       Ketika sebuah sinyal informasi diteliti, terlihat mirip dengan gelombang sinus dari fungsi trigonometri. Karena gelombang sinus didefinisikan oleh derajat mulai dari 0 hingga 360, kita dapat berpikir tentang gelombang sinus sebagai sebuah lingkaran yang sempurna, siklus gelombang didefinisikan dengan sebuah bentuk dari perulangan selama periode waktu tertentu. Jika kita bisa memulai sebuah sinyal informasi dari amplitudo dan frekuensi yang sama pada fase yang berbeda, audit yang dapat dideteksi oleh penerima equiment berdasarkan pergeseran fase awal, dapat memasukkan informasi lebih lanjut dalam spektrum frekuensi yang sama. Gambar menunjukkan bagaimana sinyal informasi dapat menggeser dengan sudut 90 °.
                   

Informasi baru dapat dimulai pada sinyal yang digambarkan  pada pergeseran fase 90°, 180°, dan 270° . Ada berbagai bentuk pengkodean yang terkait dengan phase modulation. Phase shift keying ( PSK ) digunakan dalam modem, voice coders, dan peralatan transmisi lainnya yang terbatas pada spektrum frekuensi tetapi memiliki kebutuhan untuk peningkatan throughput. Dengan menggunakan metode yang kreatif memaksimalkan alokasi frekuensi, atau kapasitas frekuensi yang terbatas oleh hukum Shannon, dapat meningkatkan throughput dari berbagai teknologi.

ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK PADA RESISTOR
Arus dan tegangan bolak-balik adalah arus dan tegangan yang nilainya selalu berubah terhadap waktu secara periodik. Besaran seperti ini disebut arus dan tegangan bolak-balik atau AC (Alternating Current). Apabila pada arus searah Anda dapat mengetahui nilai dan tegangannya yang selalu tetap. Maka, pada arus bolak-balik Anda akan dapat mengetahui nilai maksimum yang dihasilkan dan frekuensi osilasi yang dihasilkan oleh sumbernya. Arus dan tegangan listrik bolak-balik berbentuk sinusoida seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 1.3 berikut.
Secara matematis, arus dan tegangan listrik bolak-balik tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
V=V_m sinωt= V_m sin⁡〖2πft= V_m sin⁡〖2π t/T
I=I_m sinωt= I_m sin⁡〖2πft= I_m sin⁡〖2π t/T
Dimana:
V = tegangan sesaat (V)
I = arus sesaat (A)
Vm = tegangan maksimum (V)
Im = arus maksimum (A)
f = frekuensi (Hz)
T = periode (s)
t = waktu (s)
ωt = sudut fase (radian atau derajat)
Hubungan amplitudo tegangan atau arus bolak-balik dengan sudut fase dapat dinyatakan secara grafik dalam diagram fasor. Fasor adalah suatu vektor yang berputar berlawanan arah putaran jarum jam terhadap titik asal dengan kecepatan sudut ω. Fasor suatu besaran dilukiskan sebagai suatu vektor yang besar sudut putarnya terhadap sumbu horizontal (sumbu x) sama dengan sudut fasenya. Nilai maksimum besaran tersebut adalah sama dengan panjang fasor, sedangkan nilai sesaatnya adalah proyeksi fasor pada sumbu vertikal (sumbu y). Berikut adalah gambar diagram fasor untuk arus dan tegangan yang sudut fasenya sama (sefase) serta gambar fungsi waktu dari arus dan tegangan tersebut.
Sesungguhnya arus dan tegangan bolak-balik bukanlah besaran vektor, melainkan besaran skalar. Penggambaran arus dan tegangan bolak-balik sebagai fasor adalah untuk mempermudah analisis rangkaian arus bolak-balik yang lebih rumit.
NILAI RATA-RATA DAN NILAI EFEKTIF
Nilai rata-rata arus bolak-balik adalah kuat arus bolak-balik yang nilainya setara dengan kuat arus searah untuk memindahkan sejumlah muatan listrik yang sama dalam waktu yang sama. Arus rata-rata dinyatakan dengan:
I_r= (2I_m)/π
Sedangkan tegangan rata-rata dinyatakan dengan:
V_r= (2V_m)/π
Nilai efektif arus dan tegangan bolak-balik ialah arus dan tegangan bolak-balik yang setara dengan arus dan tegangan searah untuk menghasilkan jumlah kalor yang sama ketika melalui suatu resistor dalam waktu yang sama. Secara matematis, hubungan antara arus dan tegangan efektif dengan arus dan tegangan maksimum dinyatakan dengan:
I_ef= I_m/√2 atau I_m= I_ef √2
V_ef= V_m/√2 atau v_m= V_ef √2
BILANGAN KOMPLEKS
       Dalam matematikabilangan kompleks adalah bilangan yang berbentuk

di mana a dan b adalah bilangan riil, dan i adalah bilangan imajiner tertentu yang mempunyai sifat i 2 = −1. Bilangan riil a disebut juga bagian riil dari bilangan kompleks, dan bilangan real b disebut bagian imajiner. Jika pada suatu bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan bilangan real a.
Sebagai contoh, 3 + 2i adalah bilangan kompleks dengan bagian riil 3 dan bagian imajiner 2i.
Bilangan kompleks dapat ditambah, dikurang, dikali, dan dibagi seperti bilangan riil; namun bilangan kompleks juga mempunyai sifat-sifat tambahan yang menarik. Misalnya, setiap persamaan aljabar polinomial mempunyai solusi bilangan kompleks, tidak seperti bilangan riil yang hanya memiliki sebagian.
Dalam bidang-bidang tertentu (seperti teknik elektro, di mana i digunakan sebagai simbol untuk arus listrik), bilangan kompleks ditulis a + bj.

 

  - Notasi dan operasi[sunting | sunting sumber]

      Himpunan bilangan kompleks umumnya dinotasikan dengan C, atau . Bilangan      real, R, dapat dinyatakan sebagai bagian dari himpunan C dengan menyatakan setiap bilangan real sebagai bilangan kompleks: .
Bilangan kompleks ditambah, dikurang, dan dikali dengan menggunakan sifat-sifat aljabar seperti asosiatifkomutatif, dan distributif, dan dengan persamaan i 2 = −1:
(a + bi) + (c + di) = (a+c) + (b+d)i
(a + bi) − (c + di) = (ac) + (bd)i
(a + bi)(c + di) = ac + bci + adi + bd i 2 = (acbd) + (bc+ad)i
Pembagian bilangan kompleks juga dapat didefinisikan (lihat di bawah). Jadi, himpunan bilangan kompleks membentuk bidang matematika yang, berbeda dengan bilangan real, berupa aljabar tertutup.
Dalam matematika, adjektif "kompleks" berarti bilangan kompleks digunakan sebagai dasar teori angka yang digunakan. Sebagai contoh, analisis kompleksmatriks kompleks,polinomial kompleks, dan aljabar Lie kompleks.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar